Prestasi yang Berawal dari Corat Coret

Prestasi yang Berawal dari Corat Coret

sat-jakarta.com – Pasangan Dewi (36) dan Aryawidjaja (38) menyadari bakat buah hati mereka, Paramita Sheila Widjaja (9), di bidang melukis semenjak usia 1,5 tahun. Demi mengembangkan bakatnya, Dewi memberikan kesempatan kepada Sheila untuk latihan di sanggar lukis, selain juga mengikuti berbagai lomba untuk semakin menambah pengalamannya, sekaligus mengasah keterampilannya.

Main dengan alat tulis

“Kalau saya amati, bakat lukis Sheila sudah ada semenjak dia bisa pegang pensil. Saat duduk di lantai, ia akan memilih untuk corat-coret di kertas ketimbang melakukan aktivitas lain. Boleh dibilang, hampir setiap hari dia corat-coret. Karena masih batita, corat-coretnya saat itu belum beraturan.

Namun, demi melihat semangatnya, saya mengajarkan dia membentuk gambar sederhana seperti bebek, ikan, bunga, dan lain-lain. Saya juga banyak membacakan buku cerita bergambar. Harapannya, gambar-gambar itu dapat memberikan inspirasi bagi Sheila. Ternyata, upaya saya tidak sia-sia, coretan Sheila semakin bervariasi. Akhirnya, saya mengikutsertakan Sheila les gambar untuk lebih mengasah minat dan bakatnya.

Dukungan keluarga

“Saya berusaha mendampingi Sheila ketika sedang menggambar. Bagi saya, ini merupakan dukungan bagi Sheila. Saya tanyakan apa yang digambar, mengapa dia menggambar itu, mengapa warnanya seperti itu, dan sebagainya. Oma opanya juga sangat mendukung Sheila. Opanya sering membelikan buku mewarnai agar Sheila lebih terasah keterampilannya.

Keluarga juga memberikan semangat ketika Sheila ingin mengikuti lomba melukis. Saya pikir, dengan banyak mengikuti lomba, Sheila akan semakin kaya pengalaman. Apalagi ketika berhasil jadi pemenang, bisa menambah rasa percaya dirinya. Jadi, biasanya saya mencari tahu sedang ada lomba melukis di mana, kemudian menawarkannya kepada Sheila.”

Kecewa karena kalah

“Salah satu lomba yang dikuti oleh Sheila adalah Lomba Melukis Lingkungan Internasional Kao ke-4 untuk anak-anak. Ini memang bukan yang pertama, Sheila sudah ikut lomba ini pada 2012 dan berhasil meraih penghargaan. Jadi, boleh dibilang sudah yang kedua kalinya Sheila berhasil meraih penghargaan ‘Eco-Together.’

Nah, pada 2013 lalu judul lukisan yang dikutsertakan adalah ‘Alamku Bersih, Semua Makhluk Hidup pun Bergembira’. Kao mengadakan lomba lukis tingkat internasional ini sejak 2010 dengan harapan agar anak-anak bertanggung jawab terhadap masa depannya dan berpikir tentang lingkungan di sekitarnya dengan serius.

Mengikuti berbagai lomba juga dapat membuahkan pengalaman tersendiri bagi Sheila. Salah satu pengalaman yang diperoleh Sheila adalah menerima kekalahan. Sheila pernah mengikuti lomba melukis dan ternyata tidak berhasil jadi pemenang. Sheila sempat merasa kecewa, namun beruntung saya berhasil memberikan pengertian sehingga ia mau menerima kekalahannya.

Saat ini, Sheila sedang senang membuat desain baju. Minat Sheila memang selain menggambar juga fashion. Dia juga pernah ikut lomba fashion show dan meraih penghargaan sebagai juara 2 pada 2010 lalu. Saya tidak melarang apa pun yang ditekuni, tapi berusaha untuk selalu memberi dukungan, sepanjang yang dilakukan positif. Kalau saya mengamati, hasil desain karyanya cukup bagus karena sudah memiliki dasar menggambar. Saya ingin memantau dulu, sampai mana minatnya di bidang desain busana ini.”