Daftar Pilihan Material Terbaik Untuk Atap Rumah

Daftar Pilihan Material Terbaik Untuk Atap Rumah

Hal penting dari komponen bangunan salah satunya adalah atap, atap memiliki fungsi melindungi segala sesuatu yang ada dalam rumah termasuk semua jenis furniture yang ada di dalamnya seperti dapur, sofa bed, perabotan ,tempat tidur dan sebagainya.

Dalam memilih material atap untuk bangunan selain dipengaruhi oleh bahannya, lokasi, biaya dan kualitas juga sangat mempengaruhi. Simak ulasan berikut mengenai fakta atap bangunan yang bisa menambah pengetahuan anda tentang material bangunan.

A. Material dari tanah liat

Mungkin banyak dari masyarakat umum yang sudah mengenal bahan tanah liat untuk pemebuat berbagai macam propery bangunan. Proses pembuatan atap dari tanah liat ini melalui proses press dan pembakaran.

Meski pembuatannya cukup susah namun banyak perajin genteng dari tanah liat ini di Indonesia. Pilihan warna untuk genteng ini kebanyakan warna orange hingga warna gelap. Adapun kelebihan pada genteng tanah liat ini adalah :

– Harganya terjangkau
– Mampu bertahan lama, tahan api dan cukup memerlukan sedikit perbaikan jika rusak
– Mampu dipijak dan kuat
– Memiliki sistem interlock atau saling mengunci dan mengikat

Kelemahannya :

– Sangat mudah berlumut dan berjamur, jadi perlu dicat dan dilapisi glasur
– Perlu ketelitian dalam memasang karena untuk menghindari kebocoran
– Perlu rangka pemasangan yang kuat
– Kurang tahan terhadap angin

B. Material dari Aspal

Atap yang satu ini dibuat dengan bahan fiberglass dan aspal yang sudah dilapisi oleh mineral. Jenis ini termasuk laris di pasaran dengan dua model, bergelombang dan juga datar. Model bergelombang cukup perlu di sekrup ke balok gording sementara model datar cukup ditempel pada multipleks yang di sekrup di rangka. Berikut ini beberapa kelemahan dan kelebihan yang dimiliki atap bahan aspal.

Kelebihannya :

– Sangat ringan dan praktis
– Mampu tahan api dan tahan angin
– Bisa digunakan untuk atap miring sampai 90′
– Tahan jamur dan pudar
– Memiliki banyak pilihan warna

Kekurangannya :

– Harganya tergolong mahal
– Kurang eco-friendly sebab bahannya petrolium( meski bisa di daur ulang, tetap akan berakhir di pembuangan sampah)

C. Material dari Keramik

Jenis keramik dengan menggunakan finishing glasur ini juga sangat banyak diminati. Didukung oleh banyaknya rumah yang bergaya modern saat ini dengan nuansa Italia maupun Spanyol menambah banyak peminatnya. Jenis ini sangat pas untuk dipasang di bagian balkon. Ada beberapa kelebihan pada atap keramik ini ,salah satunya :

– Punya sistem interlock

Kelemahannya :

– Dapat pecah
– Tidak tahan angin
– Tidak bisa digunakan pada atap dengan kemiringan lebih dari 30′]
– Harus dibaut terlebih dahulu agar tidak gampang lepas

D. Material dari Metal

Jenis bahan pada material metal menggunakan besi.aluminium dan tembaga dengan paduan seng yang juga merupakan solusi yang pas untuk atap yang tebal. Digunakan di perkotaan ataupun di desa sudah banyak dijumpai di Indonesia. Atap metal sendiri memiliki kelebihan sebagai berikut :

– Ringan dan praktis
– Anti karat dan lumut
– Anti pecah dan juga aman dari kebocoran
– Tidak menimbulkan panas
– Tahan terhadap api dan angin
– Bisa dipasang di segala bidang

Dan kekurangannya :

– Harganya mahal, apalagi untuk tembaga
– Diperlukan pemasangan yang teliti dan juga rapi

Demikianlah beberapa jenis atap yang bisa dijadikan referensi ketika anda hendak membangun rumah. Setiap material sudah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing . Semoga bisa artikel dari website ini bermanfaat.