Cemas Meninggalkan Anak di Sekolah

Cemas Meninggalkan Anak di Sekolah

pascal-edu.com – Dear Ibu Mayke, saya dikaruniai seorang putri (3). Saya sudah menyekolahkan anak tahun kemarin di PAUD dekat rumah. Selama setahun putri saya menempel terus sama saya dan jarang mau sama mbaknya. Saya juga harus menunggui di kelas selama 2 jam. Apa yang harus saya lakukan supaya putri saya bisa mandiri? Selama saya tunggui putri saya merasa nyaman karena saya ada di dekatnya. Apa saya harus memilih sekolah yang lain untuk melatih kemandiriannya? Selama ini guru sudah berusaha mendekati dan membujuk jika putri saya menangis mencari saya. Mohon jawabannya. Terima kasih. Claudia Julita – Solo.

Ibu Claudia mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah “kecemasan berpisah”, anak tidak mau terpisah dari ibunya. Usia 3 tahun sebenarnya masih dalam ambang batas kewajaran, namun perlu diatasi sejak sekarang. Saya asumsikan sehari-hari anak lebih banyak melekat pada ibunya, sehingga ia tidak mau dengan mbaknya dan tidak mau ditinggal di kelas.

Guna mengatasi kecemasan berpisah, maka sejak sekarang upayakan :

1) Ibu melatih anak ditinggal sekitar 15 menit di rumah bersama mbaknya (dengan syarat, mbak sudah lama dia kenal) atau bersama ayahnya;

2) Ketika akan meninggalkan anak, tidak usah sembunyi-sembunyi, katakan terus terang walaupun konsekuensinya anak menangis keras;

3) Ajak anak bergaul dengan tetangga yang sebaya atau bertemu orang dewasa lain;

4) Ibu bisa meninggalkan anak di kelas, walaupun menangis, serahkan pada guru untuk menanggulanginya dan Ibu perlu tegar serta tegas;

5) Jemput anak di jam keluar PAUD, jangan terlambat agar lama kelamaan ia dapat terkondisi bahwa ibunya tidak hilang selamanya dan Ibunya bisa dipercaya tidak akan meninggalkan dia selamanya. Faktor lain yang ikut berperan, kepribadian anak yang tidak begitu mudah untuk bersosialisasi dan biasanya secara genetis diturunkan dari orangtuanya. Masalah akan semakin sulit diatasi apabila orangtua cemas ketika harus berpisah dengan anak. Sekian dulu, semoga Bu Claudia mampu menangani masalah ini. Kalau masih mengalami kesulitan, boleh konsultasi pada seorang psikolog anak.